Pada hari Kamis, 9 November 2023, pukul 08.00 WITA, di Ruang Rapat Kantor Perbekel Pulukan, digelar Rapat Koordinasi Desa Pulukan. Acara ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Perbekel Pulukan, Perangkat Desa Pulukan beserta stafnya, serta Direktur BUMDes Tri Buana bersama staf dari semua Unit Usaha. Agenda rapat mencakup beberapa poin utama.
Pertama, rapat dimulai dengan pembukaan oleh Perbekel Pulukan sebagai pengantar untuk memulai diskusi. Kemudian, Perbekel memberikan arahan dan panduan terkait isu-isu kunci yang perlu dibahas. Sesuai agenda, waktu diskusi dan tanya jawab pun diberikan kepada peserta rapat.
Beberapa isu penting yang dibahas dalam rapat antara lain adalah penyusunan format baku untuk surat keterangan guna mengurangi kesalahan administrasi. Perhatian juga diberikan pada perbaikan format surat undangan, khususnya pada bagian tembusan, untuk memastikan kelengkapan informasi.
Selanjutnya, evaluasi dilakukan terhadap anggaran Program Kegiatan dan Anggaran (PKA) yang belum terealisasi, sambil memastikan bahwa jumlah jam kerja bagi perbekel dan perangkat desa sesuai dengan ketentuan Peraturan Bupati (PerBup).
Tim penyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) 2024 didorong untuk segera menyelesaikan Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan proposal kegiatan guna mendukung pembangunan desa.
Rencana kegiatan Titayatra ke Jawa Timur menjadi fokus untuk memperluas wawasan dan membangun kerja sama lintas desa. Selain itu, strategi tindak lanjut dari bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas perangkat desa tentang belanja desa juga dibahas dalam rapat.
Rencana kegiatan outbond bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diusulkan sebagai upaya untuk mempererat kerjasama tim dan meningkatkan semangat kerja. Terakhir, pemecahan masalah kredit macet pada BUMDes Unit Usaha Simpan Pinjam juga menjadi perhatian serius dalam rapat ini.
Dengan demikian, Rapat Koordinasi Desa Pulukan menjadi wahana penting untuk merumuskan strategi dan tindakan yang mendukung kemajuan desa. Harapannya, hasil rapat ini dapat diimplementasikan secara efektif demi tercapainya pembangunan desa yang berkelanjutan.