Pulukan, 28 November 2024 – Desa Pulukan menerima kunjungan kerja dari perwakilan Kabupaten Tangerang yang terdiri dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta Badan Pusat Statistik (BPS). Kunjungan tersebut bertujuan untuk berbagi pengetahuan terkait implementasi program Jembrana Satu Data Dari Desa (JSDDD) dalam kegiatan Pembinaan Desa Cantik 2024 di Desa Pulukan.
Dalam pembinaan ini, dilakukan pengukuran kesejahteraan masyarakat melalui Survei Kesejahteraan Pengelola Hutan Desa. Survei tersebut merupakan langkah penting untuk memahami kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan perhutanan sosial. Selain itu, tim juga melakukan pemadanan data JSDDD dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) guna memantau perkembangan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Pemanfaatan Data untuk Kebijakan Berbasis Masyarakat
Pembina Desa Cantik BPS Kabupaten Jembrana menyampaikan bahwa pemanfaatan data JSDDD bukanlah hal baru. Dengan memiliki basis data individu, keluarga, dan kewilayahan, JSDDD membantu pemerintah desa dalam merancang program dan kebijakan berbasis masyarakat. Data ini digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan desa secara efektif dan efisien.
Diskusi antara Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah (PPEPD) Bappeda Kabupaten Tangerang, Arry Banuarly Alsyah, ST., M.Si., dan Perbekel Pulukan, I Wayan Armawa, menyoroti langkah-langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pemberian bantuan sosial. Tujuannya adalah mempercepat pengentasan kemiskinan, khususnya bagi masyarakat pengelola perhutanan sosial di Desa Pulukan.
Kolaborasi untuk Desa yang Lebih Baik
Kunjungan ini mempererat hubungan antara dua daerah dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan data desa yang terintegrasi. Melalui program seperti JSDDD, Desa Pulukan menunjukkan bahwa inovasi dalam pengelolaan data mampu memberikan dampak signifikan pada kesejahteraan masyarakat.
Dengan kegiatan ini, diharapkan Desa Pulukan dapat terus menjadi contoh Desa Cantik yang sukses dalam mengintegrasikan data untuk mendukung pembangunan desa berkelanjutan.